Sempat Tutup Selama Tiga Hari, Sat Pol PP Asahan Razia Game Zone

www.negaraonline.com, Asahan – Sepertinya pihak pengusahan game zone di Kota Kisaran tidak takut dengan aparat, baik aparatur Pemerintah maupun penegak hukum. Permainan yang diduga judi game zone berkedok ketangkasan permainan anak anak ini sempat tutup selama tiga hari akibat pemberitaan di media cetak maupun online.

Akibat pemberitaan di media tersebut, Sat Pol PP Asahan yang di pimpin Kepala Bidang ( Kabid) Tarntibum Siti Rosmita Hasibuan merazia tujuh lokasi game zone di Kota Kisaran, Rabu malam, (14/11/18) sekira pukul 23 : 00 WIB.

Tujuh lokasi yang di jadikan tempat permainan ketangkasan yang diseser Sat Pol PP tersebut adalan game zone di komplek graha di terminal madya, Jalan Kartini tepatnya di depan stasiun Kereta Api, Jalan Wahidin, Sisingamangaraja dua tempat, Jalan Diponegoro dan Panglima Polem.

Baca juga
http://www.negaraonline.com/diduga-ditantang-pihak-game-zone-ketua-fpi-asahan-buat-status-fb

Dari tujuh lokasi yang diseser oleh petugas Sat Pol PP tersebut enam lokasi sempat tutup akibat pihak pengusaha mendapat bocoran.Sedangkan pada pukul 23 : 15 Wib petugas menuju satu lokasi game zone di Jalan Kartini tepatnya di depan satsiun KA. Di lokasi itu, petugas menemukan ratusan pengunjung yang terdiri dari orang dewasa, orang tua, perempuan bahkan anak anak sedang asyik bermain tembak ikan dan permainan ketangkasan lainnya.

Pantauan awak media lokasi game zone di Jalan Kartini, Kabid Trantibum Rosmita Hasibuan sempat meminta kepada humas game zone tersebut agar memperlihatlan izin operasional dari Disporapar dan Perizinan.

Setelah di lihat petugas, bahwa izin operasionl game zone tersebut melebihi jam tayang ( red -izin Ops pukul 22 : 00 WIB) dan akhirnya petugas Sat Pol PP memberikan peringatan pertama kepada humas game zone tersebut dan akhirnya ratusan pengunjung meninggalkan lokasi.

Kepada humas game zon, Rosmita menegaskan apabila pihak pengusaha game zone tiga kali di berikan teguran tidak mengindahkan aturan yang berlaku, maka pihaknya selaku penegakan Perda di Kabupaten Asahan, dengan tegas pihaknya bersama Dinas terkait tidak segan segan menyegel dan mencabut izin operasional game zone tersebut, tegas Siti Rosmita,

Sementara beberapa warga yang bermukim di lokasi game zome tersebut meminta kepada Pemkab Asahan agar mencabut izin operasional dan menutup selamanya permainan ketangkasan yang berkedok parmainan anak anak itu.

” Kami warga yang bermukim di sekitar lokasi sudah resah dan mengeluhkan dengan adanya ketangkasan ini , dan kami minta agar game zone di daerah pemukiman warga di tutup selamanya ” harap para orang tua yang bermukim di lokasi itu

Sebelumnya, 6 dari 7 lokasi permainan Game Zone di Kota Kisaran yang diduga masyarakat ‘ beraroma judi terselubung ” Rabu 7 November 2018 tampak tutup. Setelah beberapa hari sebelumnya, seperti dilansir awak media, para tokoh di Kabupaten Asahan serentak meminta kepada yang berwenang menutup permainan game zone yang meresahkan masyarakat.

Ke 6 lokasi permainan Game Zone yang tutup tersebut berada di Jalan Sisingamaraja, Jalan Wahidin, Jalan Diponegoro, Jalan Palingma Polem, Jalan Kartini, Jalan Jendral Sudirman/Lintas Sumatera Komplek Graha. Pantauan awak media, sejak sore hingga malam di lokasi Game Zone kelihatan sepi dan dalam keadaan tutup.

Salah seorang yang berjaga di salah satu Game Zone kepada awak media mengatakan baru dua hari tutup ini untuk sementara karena sedang disorot oleh media. “ paling lama tutup satu minggu, bisa-bisa besok sudah buka lagi bang,” ungkapnya yang minta indentitasnya tidak ingin disebutkan. Sementara pantauan awak media di seputaran Kota Kota Kisaran pada Selasa dan Rabu (6 – 7/11) Game Zone di Jalan Sisingamaraja masih tetap beroperasi seperti biasa

Mengetahui Game Zone yang dianggap merusak sendi sendi kehidupan masyarakat Kota Kisaran yang religius seketika tutup, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Asahan, H Salman Tanjung Lc, melalui Whats APP (WA) milik perubadinya menyampaikan sangat mengapresiasi kepada semua pihak, baik pemerintah maupaun aparat penegak hukum yang telah bersatu meminta Game Zone itu ditutup.

“ Dan apabila buka kembali, saya selaku ketua MUI minta kepada pihak berwenang untuk bertindak tegas terhadap penyakit masyarakat tersebut, bila perlu Pemkab Asahan turun tangan mencabut izin operasional Game Zone di seluruh asahan supaya tidak dibuka lagi,” tegas Ketua MUI Asahan.

Menanggapi kesepakatan para Ulama dan Ketua Ormas agar game zone di Kota Kisaran agar di tutup, Pemerintah Kabupaten ( Pemkab) Asahan melalui Kepala Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata (Kadis Porapar) Muhammad Andre Simatupang, STP, ketika di konfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (6/11) mengatakan bahwa apabila seluruh pemilik game zone di Kota Kisaran – Asahan maupun yang ada di Kecamatan menyalahi atauran dan melebihi jam tayang, maka pihaknya bersama Dinas Perizinan dan Sat Pol PP tidak segan segan akan mencabut izin operasionalnya dan bila pelu di tutup, tegas mantan Camat Bandar Pasir Mandoge itu.

Dalam waktu dekat pihaknya akan mengundang Kapolres Asahan, Satpol PP, Perizinan, Ketua MUI, FPI, Ketua Ormas dan pemilik game zone untuk membahas persolan ini. Dalam pertemuan nanti kata Andre, pihaknya akan minta Kepolisian untuk menjelaskan apakah game zone termasuk judi atau ketangkasan. Dan apabila pemilik game zone terbukti melakukan pelanggaran maka ini jelas perbuatan pidana, dan hal itu menjadi ranahnya pihak Kepolisian untuk melakukan penangkapan.

Sementara Kasat Pol PP Asahan Isa Harahap saat dikonfirmasi, Senin (5/11) melalui selulernya mengatakan, bahwa Kabid Trantibum, Rosmita Hasibuan bersama anggotanya pada senin sore telah melakukan razia di sejumlah lokasi game zone di Kota Kisaran. Hal ini kita lakukan untuk menjaga keamanan dan ketertibam masyarakat.

Kita berharap kepada pengusaha game zone untuk tidak melakukan bisnis yang diduga perjudian beekedok ketangkasan di Kota Kisaran. Kata Isa apabila ada oknum aparat yang membekingi game zone tersebut maka kita akan melapor kepada pimpinannya. Dan jika apabila ada judi di permainan game zone maka pihak Kepolisan Polres Asahan yang melakukan penggerebekan dan penangkapan dan kita (red-Sat Pol PP) hanya menerapakan perda, ujar Isa

Dikatakan Isa lagi, bahwa apabila tiga hari berturut turut pihak pengusaha tidak mengindahkan jam operasi atau melebihi dari yang di tentukan dari Disporapar Asahan, maka dengan tegas pihak Sat Pol PP tidak tebang pilih untuk melakukan penutupan terhadap game zone yang semakin meresahkan di Kota Kisaran bila perlu di cabut izin operasionalnya.Hal ini kita tegaskan karena salah satu visi misi Bupati Asahan Drs H Taufan Gama Sumatupang, MAP, adalah asahan yang religius, sehat ceedas dan mandiri, tegas Isa.

Kapolres Asahan AKBP Yemmi Mandagi,SIK, kepada awak media belum lama ini melalui WA menyebutkan sudah memerintahkan Kasat terkait masalah Game Zone tersebut dan Kapolsek untuk ditindaklanjuti dan ditertibkan.

Sementara Kapolsek Kota Kisaran Iptu Rianto, SH, MSi, menegaskan akan menindaklanjuti perintah Kapolres Asahan. “Akan kita selidik apa benar adanya dugaan perjudian di permainan game zone tersebut, bila terbukti ditindak tegas,” tegasnya

Rianto mengimbau kepada pengusaha game zone agar izin permainan atau ketangkasan jangan dijadikan bisnis perjudian. “Apabila pengusaha melanggar aturan tersebut, yang paling berwenang untuk menutup dan mencabut izin operasionalnya adalah Dinas terkait,” kata Rianto. (FR)

Tinggalkan Balasan