Terkait Game Zone, Disporapar Akan Undang Kapolres Asahan, Satpol PP, Perizinan, Ketua MUI, FPI, Ketua Ormas

www.negaraonline.com, Asahan – Menanggapi kesepakatan para Ulama dan Ketua Ormas agar game zone di Kota Kisaran ditutup, Pemerintah Kabupaten ( Pemkab) Asahan melalui Kepala Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata (Kadis Porapar) Muhammad Andre Simatupang, STP,  akan undang Kapolres Asahan, Satpol PP, Perizinan, Ketua MUI, FPI, Ketua Ormas.

” Apabila seluruh pemilik game zone di Kota Kisaran – Asahan maupun yang ada di Kecamatan menyalahi atauran dan melebihi jam tayang, maka pihaknya bersama Dinas Perizinan dan Sat Pol PP tidak segan segan akan mencabut izin operasionalnya dan bila perlu di tutup,” tegas mantan Camat Bandar Pasir Mandoge ketika di konfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (6/11/18).

Dalam waktu dekat pihaknya akan mengundang Kapolres Asahan, Satpol PP, Perizinan, Ketua MUI, FPI, Ketua Ormas dan pemilik game zone untuk membahas persolan ini.

Baca juga
http://www.negaraonline.com/mui-fpi-pemuda-muhammadiyah-fatayat-nu-dprd-asahan-dan-ampi-minta-game-zone-ditutup

Saat berlangsungnya pertemuan nanti, Disporapar akan minta Kepolisian untuk menjelaskan apakah game zone termasuk judi atau ketangkasan.

” Dan apabila pemilik game zone terbukti melakukan pelanggaran maka ini jelas perbuatan pidana, hal itu menjadi ranahnya pihak Kepolisian untuk melakukan penangkapan,” kata Andre.

Ketika disinggung adanya dugaan permainan judi berkedok ketangkasan anak anak di lokasi tersebut,  Andre belum mengetahuinya.

Kasat Pol PP Asahan Isa Harahap melalui selulernya menyebutkan, bahwa Kabid Trantibum, Rosmita Hasibuan bersama anggotanya pada senin sore telah melakukan razia di sejumlah lokasi game zone di Kota Kisaran. Hal ini kita lakukan untuk menjaga keamanan dan ketertibam masyarakat.

” Kita berharap kepada pengusaha game zone untuk tidak melakukan bisnis yang diduga perjudian berkedok ketangkasan di Kota Kisaran,” kata Isa apabila ada oknum aparat yang membekingi game zone tersebut maka kita akan melapor kepada pimpinannya.

Lebih lanjut dikatakan isa, bila ada judi di permainan game zone maka pihak Kepolisan Polres Asahan yang melakukan penggerebekan dan penangkapan dan kita (red-Sat Pol PP) hanya menerapakan Perda, ujar Isa.

Melalui media ini, Isa memberikan sangsi bahwa tiga hari berturut turut pihak pengusaha tidak mengindahkan jam operasi atau melebihi dari yang di tentukan dari Disporapar Asahan, maka dengan tegas pihak Sat Pol PP tidak tebang pilih untuk melakukan penutupan terhadap game zone tersebut dan bila perlu di cabut izin operasionalnya.

” Hal ini kita tegaskan karena salah satu visi misi Bupati Asahan Drs H Taufan Gama Sumatupang, MAP, adalah Asahan yang religius, sehat cerdas dan mandiri,” ungkap Isa.

Sebelumnya, akibat marakanya judi berkedok ketangkasan di Kota Kisaran dua tahun belakangan ini membuat Ketua MUI, FPI, Pemuda Muhammadiyah, FATAYAT NU, Sekjen AMPI Asahan meminta kepada Pemerintah Kabupaten ( Pemkab) dan Polres Asahan untuk mengambil tindakan tegas dan menutup game zone yang di duga judi berkedok ketangkasan mainan anak anak di seputaran Kota Kisaran.

Permintaan penutupan dan pencabutan izin game zone tersebut atas kesepatan para Ulama dan Ormas (Organisasi Masyarakat)  di Kisaran baru baru ini seperti di beritakan sebelumya.(Tim)

Tinggalkan Balasan