Tolak Aksi Berpotensi Rusuh, Pedagang Sayur Pajak Singa Menyatakan Sikap

Negaraonline.com, Karo – Pasca sidang gugatan pertama Hasil Pemilihan Umum pemilihan Presiden tahun 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada tertanggal 14 Juni 2019 kamarin.

Puluhan pedagang sayur mayur di pasar pajak Singa, Jalan Kota Cane, Jaban Jahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, sepakat menolak aksi yang berpotensi rusuh setelah sidang MK pertama digelar.

S br Ginting (45), bersama sejumlah pedagang lainnya memaparkan penolakan dan mengecam aksi-aksi yang berpotensi pada kerusuhan saat berjalannya proses persidangan di MK, Selasa (18/06/17) pukul 10: 20 WIB.

Karena hal tersebut dapat menimbulkan kerugian kepada sejumlah pelaku pasar khususnya para pedagang dan para pelaku usaha lainnya sebagian besar masyarakat kecil.

” Kalau saja kerusuhan itu terjadi maka kami yang sebagai masyarakat kecil ini, berpenghasilan paspasan otomatis omset penjualan kami pasti akan berkurang, bahkan pelanggan kami tidak ada yang mau jual barang nya (hasil tani) pada saat ada aksi potensi kerusuhan,” terang br Ginting

Dalam hal ini, kami mohon kepada masyarakat agar tidak terpengaruh dengan segala bentuk konten sara yang mengarah pada provokasi maupun berita bohong di seluruh lini sosial media dalam menyikapi sidang MK.

Masih dilokasi pasar sayur mayur di pajak Singa Kaban Jahe, Berita br Saragih (42) salah satu perkoper barang (pengepul, red.) mengatakan terkait isu adanya aksi-aksi yang menimbulkan kerusuhan, berharap tidak terjadi seperti kerusuhan pada tahun 1998 yang lalu, kami tetap cinta damai bagi kami NKRI adalah harga mati.

Semoga masyarakat bisa menyaring semua hasil dan keputusan MK hingga sampai dengan keputusan ahir nantinya. Jelasnya.(Daris Kaban)

Tinggalkan Balasan