Tujuan Presiden Datang ke Bantul Untuk Ini

www.negaraonlin.com, Bantul – Presiden Joko Widodo pagi ini, Rabu, 25 Juli 2018, bertolak menuju Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dalam rangka kunjungan kerja.

Melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta, Kepala Negara lepas landas sekira pukul 08.00 WIB, dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1.

Baca juga :     http://www.negaraonline.com/smp-smasmk-negeri-biaya-masuk-sekolah-dikabupaten-asahan-300-ribu-lebih

Tiba di Pangkalan TNI AU Adisutjipto, Kabupaten Sleman, Provinsi DIY pukul 08.50 WIB, Presiden disambut Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Dari Pangkalan TNI AU Adi Sutjipto, Presiden dan rombongan menuju Gedung Graha Pradipta, Jogja Expo Center (JEC), Kabupaten Bantul untuk menghadiri acara ‘Peningkatan Kapasitas Pemerintahan Desa Lingkup Regional Balai Pemerintahan Desa di Yogyakarta’.

Sore harinya, Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo beserta rombongan akan langsung kembali ke Jakarta melalui Pangkalan TNI AU Adisutjipto, Kabupaten Sleman, Provinsi DIY.

Turut mendampingi Presiden dalam penerbangan menuju Provinsi DIY adalah Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Trisno Hendradi, Komandan Paspampres Mayjen TNI (Mar) Suhartono, dan Staf Khusus Presiden Siti Ruhaini Dzuhayatin.

Presiden : Pasar Tradisional Masih Miliki Daya Tarik

Sebelum menghadiri acara Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintahan Desa dan Lembaga Kemasyarakatan Desa Tahun 2018 di Gedung Graha Pradipta, Jogja Expo Center (JEC), Kabupaten Bantul, Presiden Joko Widodo menyambangi pasar tradisional Kranggan yang berlokasi di Jalan Poncowinatan, Kelurahan Gowongan, Kecamatan Jetis, Yogyakarta, Rabu pagi 25 Juli 2018.

Kedatangan Presiden pada pukul 09.22 WIB ini disambut dengan antusias oleh masyarakat dan pedagang yang ada di pasar tersebut. Tak sedikit dari mereka yang ingin bersalaman dan berswafoto dengan Kepala Negara.

Presiden juga sempat berbelanja beberapa kebutuhan yang biasanya sulit didapatkan di pasar modern.

“Saya tadi belanja yang memang di tempat lain (pasar modern) enggak ada. Misalnya emping mentah, kemudian tadi kecipir, di mal enggak ada,” kata Presiden kepada jurnalis.

Hampir satu jam lamanya Presiden bersama Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X berkeliling pasar sambil melakukan peninjauan revitalisasi pasar tersebut. Saat berkeliling tersebut, Presiden melihat langsung pasar yang menurutnya masih menjadi pilihan masyarakat untuk berbelanja.

“Kita lihat pagi seperti ini ibu-ibu masih banyak sekali yang belanja di pasar tradisional. Artinya pasar masih mempunyai kekuatan daya tarik apabila ditata dengan baik, tidak becek, tidak bau, dan ada tempat parkir,” ucapnya.

Pasar Kranggan sendiri sebelumnya telah selesai direvitalisasi pada akhir 2015 lalu. Kepala Negara menyatakan bahwa proses revitalisasi pasar-pasar tradisional akan terus dilakukan oleh pemerintah.

“Kondisi pasar-pasar yang ada di daerah saya lihat ini sudah direhab, tapi tadi ada usulan dari Pak Kepala Dinas Pasar untuk pasar yang bukan di sini, tapi di Prawirotaman, itu insyaallah akan kita kerjakan di 2019,” ujarnya.

Presiden mengatakan selama tiga setengah tahun belakangan, jumlah pasar tradisional yang telah direvitalisasi maupun dibangun mencapai kurang lebih 2.600 pasar. Ia menginginkan pasar-pasar tradisional yang ada di Indonesia tetap diminati oleh masyarakat sebagai lokasi belanja keperluan sehari-hari.

“Pasar yang kira-kira menjadi tujuan masyarakat dalam berbelanja semuanya harus rapi, ada tempat parkir, dalamnya tertata, tidak becek, dan tidak bau supaya bisa bersaing dengan pasar-pasar modern,” ucap Presiden.(Bagas)

Tinggalkan Balasan