Usai Coret Seragam SMA, Sejumlah Pelajar Main Kotak Umpet Dengan Polisi

Negaraonline.com, Asahan – Ratusan siswa/i Sekolah Menengah Atas (SMA) yang tergabung dari beberapa Sekolah di Kota Kisaran Kabupaten Asahan lakukan aksi coret coretan baju seragam sekolah yang dipakai.

Aksi coret coret baju sekolah tersebut dikarenakan merayakan selesai Ujian Akhir Sekolah, Hal ini dikatakan Raja Aritonang bersama M Rizky Fadillah siswa SMAN 1 Bandar Pasir Mandoge yang turut mengikuti aksi tersebut di Kawasan Pabrik Benang Kisaran, Senin 8 April 2019.

“Kami baru siap ujian bang, ini kami buat coret coret baju,” kata Raja Aritonang yang kenderaan sepeda motor honda supra BK 6891 VBC diamankan Polisi Lalu Lintas saat diwawancarai awak media di TKP.

Amatan awak media ini, setelah beberapa Jam melakukan aksi coret-coret pakaian, Personil Polres Asahan tiba dilokasi mengamankan beberapa anak sekolah yang terlibat aksi tersebut. Ratusan anak sekolah itu langsung kucar kacir tidak karuan melihat puluhan personil Polres Asahan datang hendak mengamankan mereka.

Pembubaran para pelajar sempat kejar kejaran yang siswa Raja Aritonang bersama M Rizky Fadillah siswa SMAN 1 Bandar Pasir Mandoge saat dikepung petugas memutar arah menabrak mobil dauble kabin yang akhirnya masuk kedalam paret. Polantas menggunakan mobil patroli dauble kabin dan sepeda motor dari arah terminal menuju pabri benang bersama Mobil patroli Rush dari arah sebalik.

Setelah berhasil mengkepung jalan dengan membubarkan ratusan anak sekolah tersebut, akhirnya personil Polres Asahan berhasil mengamankan tiga unit sepeda motor bersama enam orang siswa/i para aksi coret coret baju seragam sekolah.

Kapolres Asahan AKBP Faisal Napitulu diwakili Kasat Lantas Polres Asahan AKP Rusbeny mengatakan bahwa beberapa dari anak sekolah pun sudah berhasil diamankan yang mana mereka sempat melarikan diri dengan mengenggas sepeda motor yang mereka naiki.

“Kita telah berhasil menilang anak sekolah yang terlibat ugal ugalan naik sepeda motor dalam acara aksi coret coret baju, aksi coret coret baju ini adalah budaya anak pelajar akan tetapi budaya seperti ini sangat tidak baik untuk ditiru,” jelas Kasat Lantas Polres Asahan AKP Rusbeny.

Lebih lanjut dikatakan AKP Rusbeny bahwa keberadaan mereka dijalan berawal dari laporan masyarakat karena aksi coret coret maju yang dilakukan ratusan pelajar sangat mengganggu ketertiban umum terlebih pengguna jalan yang melintas.

Setelah petugas membubarkan aksi coret coret baju seragam sekolah dibadan jalan dan ugal ugalan dikawasan pabrik benang. Pantauan awak media ini, para pelajar berpindah tempat tongkrongan diseputaran SMP N1 Kisaran dan Gedung Olah Raga. ( Bawadi)

Tinggalkan Balasan