Vaksin MR Diberikan Untuk Mencegah Terjadinya Penyakit Yang Disebabkan Campak

www.negaraonline.com, Asahan – Kampanye Imunisasi Measles Rumbella (MR) di setiap Kecamatan akan digiatkan Pemkab Asahan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes).

Secara nasional, pelaksanaan imunisasi tersebut akan dilakukan pada bulan Agustus hingga September 2018 dengan sasaran anak usia 9 bulan-15 tahun.

Baca juga :     http://www.negaraonline.com/smp-smasmk-negeri-biaya-masuk-sekolah-dikabupaten-asahan-300-ribu-lebih

Camat Kisaran Barat, Agus Jaka Putra Ginting mengatakan, terima kasih sekaligus menyampaikan dukungannya atas dilaksanakannya sosialisasi kampanye imunisasi vaksin MR tersebut.

Kita mendukung, juga tidak lupa terima kasih kepada Kepala Puskesmas (Kapus) yang telah terjun langsung melakukan sosialisasi.

Namunkita berharap peserta kegiatan agar dapat benar-benar mengikuti. Lalu memahami apa bahaya serta dampak dari MR atau dikenal dengan campak, sehingga program Asahan Sehat dan Cerdas itu berjalan dengan baik, ujarnya dari seberang telepon, Selasa (24/7/18).

Sebelumnya kegiatan yang terlaksana pada Senin (23/7/2018), Kapus Sidodadi, Tuti Bancin menyampaikan bahwa vaksin MR diberikan untuk mencegah terjadinya penyakit yang disebabkan oleh virus measles (campak) dan rubella (campak Jerman).

Meskipun anak sebelumnya sudah mendapat vaksin MMR, tetap harus mendapatkan vaksin MR. Di mana penyakit ini berdampak menimbulkan komplikasi pada paru dan otak.

Bahkanradang paru yang menyebabkan kematian. Perlu kita ketahui virus itu menular, sehingga menimbulkan wabah, ungkap Tuti.

Ia juga menyampaikan, bahwa gejala rubella dimulai dengan demam ringan. Anak terlihat sakit ringan yang diikuti dengan munculnya ruam kemerahan dimulai dari wajah dan meluas ke seluruh tubuh.

Lalu bila diraba di leher bagian belakang, terasa ada pembesaran kelenjar getah bening Biasanya, setelah 3 hari demam turun tanpa meninggalkan bercak kecokelatan. Anak cepat pulih dan nafsu makan membaik.

Virus ini jarang menimbulkan komplikasi. Komplikasi justru timbul apabila virus menyerang wanita hamil. Janin pada ibu tersebut akan mengalami gejala berat.

Bila virus menyerang di trimester pertama, bisa mengakibatkan keguguran. Maka bila menyerang ibu hamil di trimester kedua, akan melahirkan bayi dengan kelainan disebut sebagai congenital rubella syndrome ditandai dengan ukuran kepala yang kecil, buta, tuli dan cacat mental, ucap Tuti.(FR)

Tinggalkan Balasan