Zakat Kewajiban Umat Islam Memiliki Dimensi Ibadah Dan Dimensi Sosial

Negaraonline.com,  Asahan – Badan Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Asahan menyalurkan zakat mustahik pada acara ramadhan berkah di kantor Bupati Asahan, Jum’at (24/5/19).

Ketua Baznas Asahan, H Ansa’ari Margolang mengatakan atas nama Baznas Asahan mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Asahan yang telah membantu dan mendukung program Baznas Asahan dalam setiap kegiatan.

Untuk hari ini mustahik yang menerima zakat dari Kecamatan Kota Kisaran Barat sebanyak 104 orang dan Kota Kisaran Timur sebanyak 96 orang.

” Total mustahik yang menerima zakat dari Baznas Asahan sebanyak 1.604 orang yang berasal dari 201 Desa/Kelurahan se Asahan. Zakat yang diterima mustahik berupa uang tunai sebesar Rp 500.000. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat,” kata Ansa’ari.

Sebelum menyampaikan bimbingan dan arahannya Plt Bupati Asahan didampingi Asisten III, Khaidir Afrin SE dan Ketua Baznas menyerahkan zakat kepada mustahik secara simbolis.

Plt Bupati Asahan H Surya BSc dalam pidatonya mengatakan saya menyambut baik dan memberikan apresiasi atas penyaluran dana zakat. Momen ini sebagai bentuk responsif dan aspiratif terhadap perkembangan pengelolaan zakat yang efektif dan efisien.

Zakat merupakan kewajiban umat Islam yang memiliki dua dimensi penting yaitu dimensi ibadah dan dimensi sosial. Zakat dapat berfungsi mewujudkan solidaritas sosial, pengentasan kemiskinan, pembiayaan pendidikan, pertolongan kepada orang yang tidak berkecukupan (mustahiq) dan lainnya.

Potensi ekonomi terkadang melalui zakat dapat digalang, dikembangkan dan dikelola secara profesional, transparan, amanah dan akuntabel.

Beberapa hal yang penting diperhatikan dalam pengelolaan zakat diantaranya perbaikan kelembagaan zakat sampai unit terkecil, hubungan antara lembaga zakat yang belum tertata dengan rapi.

Banyak lembaga amil zakat yang bekerja sendiri sehingga potensi zakat tidak dapat dipetakan dan pemberiannya tidak merata, penyaluran zakat seharusnya lebih ditekankan kepada pemberian modal yang dapat dikembangkan menjadi pemberi zakat ditahun depan. (Bawadi)

Tinggalkan Balasan